Kuawali hariku dengan mendoakanmu
Agar kau selalu sehat dan bahagia di sana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh
LAGU APA INI! Kenapa malah seperti ini? Membuatku semakin marah saja! Tapi.. memang benar. Aku memang mendoakannya semoga hari hari nya menjadi indah setiap harinya, agar dia semakin dewasa. Rasanya sepi sekali hati ini tanpa dirinya. Aku mengedarkan pandanganku dan berkhayal, seakan-akan dia tengah berdiri di tengah ruangan dan memeluk kuu, memintaku untuk membelai dirinya. Aku terkekeh (hanya khayalan belaka)
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan
Keberadaanku yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku kapan pun
Dimana pun hatimu kan berkata seperti ini
Yah. Pernahkah dia merindukanku? Pernahkah dia merasakan seperti apa yang kurasakan sekarang? Sialan. Aku benar-benar rindu padanya. Rindu dengan sosoknya, rindu dengan senyumnya.. dengan tubuhnya yang mungil.. Tapi apakah dia pernah merindukanku? Setiap kami bertemu di dunia maya, kami selalu beradu mulut. Kami terlalu berbeda. Dia putih. Aku hitam. Dan itu tidak akan pernah berubah. Huh, seperti aku mau merubahnya saja.
Tapi..
Pria inilah yang jatuh hati padamu
Pria inilah yang kan selalu memujamu
Aha, yeah, aha, yeah
Begitu para rapper coba menghiburku
Aku menahan diriku, sekuat tenaga, supaya tidak membuat dia lebih emosi.
Aku memikirkan lagi lirik yang barusan. Mencintainya? Memujanya? Apa aku sudah gila? Lagipula siapa yang mengerti jalan pikirku ini? Anak-anak sialan? Mereka tidak seberani itu sampai mau mengobrol tentang perasaan denganku. Tapi memang harus kuakui, aku memang..
Akulah orang yang selalu menaruh bunga
Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan selalu mengawasimu
Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Aku, Allan Pratamai. Akulah yang mengintip selalu status facebookmu , tersenyum dalam hati melihatmu mengeluh di status facebook mu dan memandangi mata birumu yang cantik di album foto mu. Aku tidak pandai mengekspresikan perasaanku. Kau tau itu. Tapi aku mencoba. Apa kau tidak sadar, heh, itu adalah bentuk perhatianku untukmu? Memang tidak seperti pria lainnya, tapi aku berusaha
Gerak-gerikmu tak pernah lepas dariku. Kemarin, saat kau menunjukkan tanda-tanda akan roboh, aku benar-benar panik. Mataku rasanya gelap. Seakan Aku ingin ada di sana, menangkapmu, menatapmu yang terduduk lemas di pelukanku. Kau membisikkan namaku, dan aku bergetar. Betapa rapuhnya tubuhmu ketika masalah melandamu . Aku begitu takut kehilanganmu.
Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku tidak bisa membisikkan kata-kata penuh cinta di telingamu. Aku hanya bisa membentakmu, meski dalam hati aku ingin merengkuhmu. Biarkan aku menatapmu dari sisi gelapku..
Dan biarkan aku jadi pemujamu
Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang
Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Tidak masalah kalau kau tidak tau perasaanku saat ini, tidak sama dengan masa lalu. Aku ingat, kau selalu mengatakan kau benci dan kesal padaku atas perbuatan ku. Aku tau aku menyebalkan dan sebagainya, tapi aku sudah terlanjur menyukaimu. Aku juga tidak berniat memaksakan perasaanku padamu. Aku tidak sampai hati melihatmu terluka dan—aku takut perasaanku ini malah akan membuatmu lari dariku. Biarlah aku menatapmu dari kejauhan, memendam perasaanku di dalam, terluka ketika melihatmu berjalan dengan pria lain. Aku tidak tau perasaanmu yang sebenarnya—argh—apa kau sedang mencintai seseorang?
Mungkin kau takkan pernah tahu
Betapa mudahnya kau untuk di kagumi
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau untuk di cintai
Senyum itu. Mata itu. Rambut itu. Wajah itu. Semuanya membuatku jatuh cinta padamu dan ingin merengkuhmu. Apa pun yang kau lakukan, kau selalu tampak sempurna di hadapanku. Mungkin di depan pria lain juga iya. Terbukti dari banyaknya pria-pria sialan yang antre menunggumu . Apa yang bisa kulakukan selain mengusir mereka?
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Jangan salahkan aku. Kau membuatku tergila-gila. Kepalaku ingin meledak rasanya, membayangkan kau tidak ada di sini.. Kau sukses membuatku gila! Tidak sadarkah kau dengan perasaanku? Tidak pernahkah kau menyadari, sedikit saja, kalau aku selalu memuja dan mengawasimu?
Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu
Kupertahankan hidup
Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
Ada artiku telusuri hidup ini
Selamanya hanya ku bisa memujamu
Selamanya hanya ku bisa merindukanmu
Perasaan ini tidak mungkin kuumbar ke siapa pun. Ini bisa jadi sasaran empuk—mungkin—bagi mereka yang membenciku. Sejak dulu aku sudah biasa hidup sendiri, menutupi perasaanku yang sebenarnya dari siapa pun. Tapi karena kau. Kau mengerti diriku. Membantuku memasang perban, mengatakan padaku kalau aku sudah tidak sendiri lagi.. Kau membuatku perlahan keluar dari lubang itu. Dan sekarang aku ingin masuk lagi ke sana, tapi? Sekali lagi, kau menahanku. Terpaksa aku melangkah di dunia luar, dengan dan tanpa dirimu.
Tidak. Perasaan ini tidak dapat kukatakan. Selamanya..
Aku suka padamu, Grace Margaretha Ginting
Tidak pernahkah kau menyadari, sedikit saja, kalau aku selalu memuja dan mengawasimu?
![]()
nangis baca ini :(
aku banget :(
Posted by: Emy Lestari | 12/12/2011 at 01:52 PM