Wangi apakah berhembus di jendela pagi ini?
Menyibak nyenyak aku dalam lantunan bunga - bunga tidurku.
Menyibak catatan yang lama terlewatkan.
Pagi indah, pertama dalam hidupku.
Gerimis dengan butir-butir melati, kau hamparkan di lembah hatimu.
Di lengkung senyummu. Di ceruk matamu. Kuperkenalkan diriku: sayangku, aku kekasihmu.
Sayang,
Kenalilah aku yang sebenar-benarnya.
Sekalipun kita belum terlalu intim...
Ku mohon dengan sangat.
Janganlah kita saling berprasangka.
Kita bangun istana dengan sejuta cumbu yang tak kenal lelah. Taman-taman tercipta di bawah pipimu yang merah. Keringat mengalir bagai sungai-sungai indah, lengan-lengan kita seperti jembatan yang merenda satu waktu dengan waktu yang lain. Nafas kita memenuhi kamar lalu mengembun di kaca jendela. Tiba-tiba menjadi gerimis yang melukis pelangi.
Kita melewatinya, menciptakan pemandangan demi pemandangan. Tak pernah ada negeri yang lebih indah untuk dikenang, selain yang kita lewati bersama. Selain yang kita bangun bersama: apa pun namanya, ia adalah nirwana. Tempat paling indah di alam semesta, bersyukur kita penghuninya. Walaupun hanya sebuah surga yang sederhana.
****
Recent Comments